Milad PAHAM Indonesia 2026 Angkat Isu Palestina, Serukan Solidaritas Global dari Jakarta

Milad PAHAM Indonesia 2026 Angkat Isu Palestina, Serukan Solidaritas Global dari Jakarta
Jakarta, 15 Mei 2026
— Peringatan Milad PAHAM Indonesia tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk menguatkan solidaritas kemanusiaan lintas batas. Mengusung tema “Menguatkan Solidaritas, Menebar Manfaat untuk Indonesia dan Dunia”, kegiatan ini digelar secara hybrid dari Sekretariat PAHAM Indonesia di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan diikuti peserta dari berbagai daerah secara daring.

Acara yang berlangsung pada Jumat (15/5) pukul 14.00–18.00 WIB ini diisi dengan rangkaian kegiatan mulai dari seremoni pembukaan, sambutan pengurus, webinar nasional, hingga sesi internal organisasi seperti pemotongan tumpeng, apresiasi anggota, dan interaksi peserta melalui games serta doorprize.

Dalam sambutan pembuka, Direktur Operasional PAHAM Indonesia, Busyraa Ahmad, S.H., yang mewakili Ketua PAHAM Indonesia, menegaskan bahwa isu Palestina bukan sekadar isu geopolitik, melainkan bagian dari panggilan keimanan dan kemanusiaan.

“Perjuangan mendukung kemerdekaan Palestina adalah bagian dari keimanan. Meski kita tidak berada langsung di sana, dukungan dalam bentuk apapun—baik materi maupun non-materi—harus terus diupayakan secara maksimal,” ujarnya.

Puncak kegiatan diisi dengan Webinar Nasional bertajuk “Palestina: Dari Nakba hingga UU Hukuman Mati Israel” yang berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB dan terbuka untuk umum. Webinar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Pembina PAHAM Indonesia, Prof. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D, serta Ketua Yayasan PAHAM Indonesia, Evi Risna Yanti, S.H., M.Kn.

Dalam pemaparannya, Prof. Heru menyoroti peristiwa Nakba yang diperingati setiap tanggal 15 Mei sebagai titik awal penderitaan panjang rakyat Palestina sejak 1948. Ia menegaskan bahwa pemahaman historis menjadi kunci untuk membaca dinamika konflik hingga kebijakan-kebijakan kontemporer yang dinilai semakin memperburuk situasi kemanusiaan.

“Momentum 15 Mei bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan keadilan untuk Palestina belum selesai,” ungkapnya.

Sementara itu, Evi Risna Yanti menekankan pentingnya peran masyarakat sipil dalam menjaga isu Palestina tetap hidup di ruang publik, sekaligus mendorong aksi nyata yang berdampak.

Kegiatan ini juga memberikan nilai tambah bagi peserta berupa e-sertifikat webinar, sekaligus menjadi ruang edukasi publik yang menggabungkan perspektif sejarah, hukum, dan kemanusiaan.

Melalui peringatan milad ini, PAHAM Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan solidaritas global, tidak hanya dalam isu Palestina, tetapi juga dalam berbagai isu kemanusiaan lainnya di tingkat nasional dan internasional.